• 18

    May

    Demi Bangsa, Toisutta-Arifin Harus Mundur

    Menjelang lengsernya, Nurdin Halid begitu banyak dihujat dan dijadikan public enemy oleh mereka yang mengatasnamakan kepedulian terhadap sepakbola nasional. Ideologinya dianggap meruntuhkan kejayaan laskar garuda. Tak cocok dengan atmosfer kompetitif sepakbola profesional. Pasca kejatuhannya, Sebuah penerus ideologinya terlihat tumbuh dalam sebuah paket yang berbeda kemasannya. Mereka yang dulu menghujatnya kini telah menjelma menjadi penerus tulen ideologinya. Keputusan Komisi Banding bentukan FIFA yang meloloskan calon Toisutta dan Arifin membawa polemik yang semakin dalam menjelang Kongres PSSI. Komite Normalisasi yang juga bentukan FIFA yang dipimpin Agum Gumelar sebelumnya telah menolak pencalonan keduanya. Kelompok 78 yang merupakan pendukung utama pasangan calon tersebut begitu n
  • 26

    Apr

    Membentuk Mental Juara ala Mourinho

    Jose Mourinho memang selalu menghadirkan gelar pada setiap tim yang ditanganinya. Mulai dari FC Porto, Chesea, Inter Milan, dan kini Real Madrid yang sukses merebut Copa Del Rey. Walaupun sering disebut bermulut besar dan kontroversial, harus diakui Sentuhan tangan dingin Mou telah menghadirkan prestasi di setiap klub yang ditanganinya. Mourinho muda mengawali karir sebagai guru olahraga di sebuah sekolah di Portugal. Mou kemudian hijrah ke catalan untuk menjadi penerjemah sebelum menjadi assiten manager di klub tersebut. Mou kemudiaan menjajal peruntungannya sebagai pelatih pada beberapa klub di Portugal sebelum akhirnya mengantarkan FC Porto menjadi juara champion leageu. Hijrah ke klub Chelsea, Mou mempersembahkan gelar premier League bagi klub tersebut setelah lebih dari 50 tahun tak
-

Author

Follow Me