Menggapai Lailatul Qadar

19 Aug 2011

Menggapai sebuah malam Lailatul Qadar merupakan sebuah anugerah yang sangat luar biasa. Bagamana tidak ? rata2 usia hidup kita hanya berkisar 60 sampai 70 tahun. Sementara Lailatul Qadar adalah sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Nilai dari semua amal dan pebuatan baik kita menjadi berlipat ganda balasannya.

allahimage6

Begitulah Allah memberikan keistimewaan kepada Umat nabi Muhammad saw untuk memaksimalkan momen-momen tertentu dengan balasan yang berlipat ganda. Allah Maha Mengetahui bahwa rata2 umur umat Muhammad saw sangat singkat dibandingkan umat-umat sebelumnya. Oleh karena itu, pemberian malam Lailatul Qadar merupakan sebuah momentum yang mesti dimaksimalkan dengan sebaik-baiknya. Pada malam itu turun para malaikat dan ruh (Jibril) dengan izin tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar ( QS; Al-Qadr 4-5).

Secret of Lailatul Qadar

Hanya Allah swt Yang Maha Mengetahui kapan tepatnya malam itu. Walaupun banyak riwayat yang menjelaskan bahwa malam itu bertepatan dengan malam2 ganjil di sepuluh hari terakhir Bulan Ramadhan.

Esensi dari kerahasiaan Lailatul Qadar adalah adalah agar kita tetap istiqomah dalam menjalankan ibadah selama bulan ramadhan. Konsistensi adalah sebuah syarat mutlak yang harus dimiliki oleh mereka yang ingin menggapai Lailatul Qadar. Jadi, dari awal sampai akhir ramadhan, hidup kita harus terisi dengan ibadah dan amal saleh. Jika konsistensi ini terjaga, maka bisa dipastikan kita akan meraih malam Lailatul Qadar.

Ibadah taraweh, Qiyamul Lail, membaca Aquran, zikir, tasbih dan ibadah sunah lainnya harus diperbanyak untuk meraih Lailatul Qadar. Selain itu juga harus disertai dengan amal sosial dalam bentuk zakat, infak dan sedekah dan perbuatan baik lainnya kepada sesama.

Implikasi lailatul Qadar

Meraih malam Lailatul Qadar akan membentuk individu yang berlaku lurus dan merdeka dari hanya nafsu yang menyesatkan. Individu yang hatinya dipenuhi dengan kebesaran kalam-kalam ilahi. Individu yang mengimani bahwa segenap panca indra ini akan menjadi saksi atas semua yang telah dilakukannya di dunia ini. Individu yang terbebaskan dari nafsu2 hewani. Tak ada rasa iri, dengki, sombong, curang, dan keinginan untuk menyakiti sesamanya. Individu yang selalu konsisten berjalan di atas garis yang ditetapkan Sang Ilahi.

Semoga kita termasuk orang yang dapat menggapai Malam Lailatul Qadar ini. Amin ya rabbal Alamin.


TAGS ngaBLOGburit


-

Author

Follow Me