Membangun citra dalam konteks seutuhnya

Posted on June 1st, 2009 in Tak Berkategori by husin  Tagged , , , ,

Menjelang pemilihan kepemipinan nasional para kandidat sibuk mencitrakan dirinya sebagai sosok pilihan idaman rakyat. Peluncuran sebuah produk baru membuat positioning punya kualitis tertinggi diantara pesaingnya. Dalam sebuah relasi hubungan sosial, sebagian orang mungkin ingin menyebarkan sebuah pengaruh atau membuat diferensiasi yang mencolok bahkan mungkin ingin dipersepsi menjadi lebih dari yang lainnya dengan merendahkan orang lain. Inilah alam persepsi yang terkadang sulit diperdebatkan secara rasional.

Suatu hal yang menarik adalah kadang kita terlena dengan kemasan dan mengabaikan unsur substansif. Membangun pencitraan tanpa diiringi dengan realitas substansif mungkin bisa efektif dalam jangka pendek tapi beresistensi sangat besar untuk sebuah hubungan jangka panjang.

Pemimpin yang ingkar janji akan dibenci rakyatnya. Produk tidak bernutu akan ditinggalkan konsumennya. Teman-teman yang tersakiti akan pergi meninggalkan kita. Hal ini mungkin sejalan dengan apa yang dituliskan oleh R.D Nye dalam bukunya Conflict among Humans, sumber utama timbulnya konflik dalam hubungan antar manusia :
1. Kompetisi, yakni salah satu pihak berusaha memperoleh sesuatu dengan mengorbankan orang lain. Misalnya menunjukan kelebihan bidang tertentu dengan merendahkan orang lain.
2. Donimasi, yakni salah satu pihak berusaha mengendalikan orang lain sehingga hak-haknya dilanggar.
3. kegagalan, masing-masing berusaha menyalahkan yang lain apabila tujuan bersama tidak tercapai
4. provokasi, salah satu pihak terus menerus berbuat sesuatu yang ia ketahui menyinggung perasaan orang lain.
5. perbedaan nilai, kedua pihak tidak sepakat dengan nilai-nilai yang mereka anut.

Pertanyaan kritis lainnya muncul,kertika pencitraan menjadi upaya yang sistematis bukankah hal tersebut merupakan pengingkaran dari originalitas kepribadian. Kenapa juga kita terlalu menyibukkan diri dengan pencitraan diantara sesama namun melupakan citra kita di hadapan Sang Pencipta.

Saya akan mengakhiri tulisan ini dengan sebuah aphorisma bijak yang sangat seksi. Apa yang sudah diurus oleh Selainmu dari keperluanmu jangan kamu ikut mengurusnya pula untuk kepentinganmu. Kesungguhanmu akan urusan yang sudah dijamin dan keterbatasanmu dalam mendapatkan tuntutanmu menunjukkan hilangnya mata hatimu.

Menggugat Kemanusiaan Kita

Posted on February 4th, 2009 in Tak Berkategori by husin  Tagged , , , , , ,

Manusia sejatinya menjadi makhluk yang paling berbudaya di muka bumi, tetapi pragmatisme tujuan hidup melokalisirnya menjadi predator pemangsa yang siap melahap sesamanya. Demi kepentingan hawa nafsu kita rela menohok, menjatuhkan, membunuh dan memperkosa hak2 orang lain. Kita jarang sekali berpikir berapa orang yang pernah kita sakiti, kita ambil haknya atau kita tipu secara licik dengan alasan bertahan hidup. Derajat kemanusian kita telah terdegradasi kedalam tabiat hewani universal yang mengerikan. Kita lebih banyak berfikir tentang berapa banyak pundi-pundi yang kita kumpulkan, berapa besar kekuasaan yang kita pegang, atau seberapa agung martabat kita di hadapan sesama.

Kita sering lupa bahwa di setiap kebahagiaan kita terdapat derita orang lain. Di setiap kekuasaan yang kita pegang terdapat orang lain yang tertindas. Di setiap kerakusan kita terdapat tangis dan darah orang lain, dan disetiap harta yang kita miliki terdapat hak-hak orang lain yang harus kita berikan.

Bagaimana kita rela menafkahi keluarga kita diatas tangis orang lain. Bagaimana pula kita bisa mengisi perut lapar kita dengan darah orang lain. Kenapa kita sanggup melepas dahaga kita diatas derita orang lain?

Tabiat biologis hewani telah merasuk dalam wujud berkepala manusia. mencederai nilai kemanusiaan kita yang mulia. Ketika kita merenung sejenak dari hukum rimba kehidupan yang tak beradab ini, akan timbullah kesadaran bahwa kita hanyalah bahagian kecil dari penciptaan alam semesta ini.  Sehingga tak ada lagi yang harus kita sombongkan dan tak ada lagi jiwa-jiwa yang harus menderita karena perilaku kita.

Refleksi Penuh Cinta

Posted on December 14th, 2008 in Tak Berkategori by husin  Tagged , , ,

Pengalaman getir seakan merampas hak-hak kita akan kehidupan masa depan, meretas perih yang mendekam dalam balutan kegelisahan. Hidup memang bukan masalah menang dan kalah tetapi sebuah perjalanan akan pengabdian. Sebuah ketulusan tanpa batas dalam sebuah bingkai Cinta.

Ketika kabaikan kita dibalas dengan kejahatan niscaya akan ada kebaikan lain yang menghampiri kita di depan sana. Ketika Cinta kita direspon dengan kebencian tentunya akan ada cinta lain yang datang kepada kita. Ketika sebagian teman-teman mengewakan Saya, akan ada teman2 yang lain yang akan membahagiakan Saya.

Ketika Saya berbuat baik kepada Anda semestinya Saya tak mengharapkan respon balik dari Anda karena hal tersebut hanya menghasilkan tindakan imitasi belaka. Merupakan sebuah kebutuhan Saya untuk selalu berbuat baik kepada sesama karena untuk itulah Saya hidup. Ketika Saya mencintai Anda, Saya juga tak perlu mengharapkan cinta balik dari Anda. karena itulah arti ketulusan Cinta Saya.

Sebuah refleksi akan kenyataan historis dalam sebuah cermin bahwa hidup tak selamanya berpihak pada jiwa2 penuh Cinta. Tetapi yakinlah selalu akan setiap makna yang terkandung di dalamnya bahwa setiap benih kebaikan yang kita tanam hari ini niscaya akan kita tuai di masa depan.

Revolusi dalam Krisis

Posted on November 28th, 2008 in opini by husin  Tagged , , , ,

Revolusi industri di inggris pada akhir abad 18 dan awal abad ke 19 mendasari proses industrialisasi di Eropa dan dunia, mentransformasi pengunaan tenaga kerja manusia dengan penggunaan mesin dan alat-alat industri.Revolusi perancis 1789 merupakan cikal bakal berdirinya negara demokrasi yang menginspirasi sistem pemerintahan di seluruh dunia,  mengakhiri absolutisme mutlak penguasa. Sehingga terjadilah pembagian kekuasaan pemerintahan dalam eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Dua contoh revolusi terbesar diatas seakan begitu inspiratif dan menyebar sedemikian dasyat ke seantora bumi. Tetapi akankah revolusi membawa dampak yang positif pada penciptaan dunia yang lebih bermartabat saat ini. Jawabannya mungkin belum. Dunia di landa krisis keuangan global yang menyebabkan bank-bank kekeringan likuiditas, rupiah terdepresiasi begitu kuat, dan harga saham terjungkal begitu dalam. Pabrik-pabrik terancam bangkrut dan mem-PHK ribuan karyawannya. Sistem ekonomi spekulatif mendominasi perekonomian global pada umumnya sehingga sektor ekonomi produktif tidak berjalan sebagaimana mestinya. Belum lagi dengan ancaman kelaparan dan perang di beberapa belahan dunia lainnya. Dunia menjadi semakin tak bersahabat dengan hati nurani kita.

Bencana ini menunggu di depan mata. Padahal bencana ini sungguh akibat ulah tangan kita sendiri. Kita yang merasa tahu akan segalanya walaupun kita hanya bagian kecil dari alam semesta. Semakin tinggi pengetahuan yang kita miliki semakin membuat kita angkuh. Belum lagi ketamakan kita merampas hak2 orang lain,  menindas, memfitnah dan meremehkan sesama. Kita tak peduli berapa orang yang telah kita sakiti karena kita lebih peduli dengan berapa pundi2 yang kita miliki. Semakin banyak yang kita miliki menjadikan kita semakin serakah dan mengabaikan yang lemah.

Setiap penambahan pengetahuan mestinya menyadarkan eksistensi kebodohan kita. bahwa hanya sedikit yang kita tahu dari luasnya alam semesta. Setiap penambahan materi yang kita miliki hendaknya menyadarkan kita akan banyaknya kekurangan kita miliki. Setiap kebaikan yang kita kerjakan hanyalah sebagian kecil dari kejahatan yang telah kita laksanakan.

Mungkin dari hal-hal seperti itu revolusi yang hakiki mestinya dimulai.

ideologi bercinta

Posted on November 17th, 2008 in opini by husin  Tagged , , , , , , ,

Pancasila telah lama disepakati sebagai ideologi kehidupan berbangsa dan bernegara direpublik ini. Lebih lagi pada masa orde baru, ketika pancasila begitu dikultuskan tetapi alpa pengamalan. Dibentuklah lembaga2 seperti BP7 yang kemudian menelurkan kegiatan penataran P4 dsb.  setiap siswa baru, mahasiswa baru, dan pegawai negeri wajib mengikuti program ini. Ironi terjadi ketika penyelenggara negara pun hanya menjadikan pancasila sebagai icon dan bukan pada tatanan realisasi sehingga maraklah praktek korupsi, kolusi, dan nepotiseme di republik ini. Sabar sedikit Saya tak ingin menyimpang dari judul diatas.

Hitler mengagungkan nazi-nya, Musolini dengan fasisnya, Amerika serikat dan negara2 barat pada umumnya sekarang mungkin dengan kapitalisme liberalisme-nya, negara2 Eropa timur dan sebagian Amerika latin dengan sosialisme-nya. Lalu apa ideologi Cinta..? kenapa juga cinta harus berideologi seperti layaknya sebuah bangsa.

Ada beberapa alasan mengapa cinta harus berideologi :

1. Setiap pihak yang terlibat dalam kegiatan percintaan akan mengetahui landasan pijakannya masing2 laksana pesawat terbang yang ingin take off, atau seperti talenan yang digunakan untuk mengiris bawang.

2.  ideologi menentukan arah dan tujuan dari kegiatan percintaan yang dilakukan laksana seorang sopir angkutan umum yang mengantarkan penumpangnya ke jurusan yang sesuai dengan trayeknya.  kalau terjadi kasus salah antar ke tempat remang-remang berarti ideologinya sedang linglung.

3. ideologi menempatkan positioning kita terhadap orang2 yang ingin kita cintai. Dengan ideologi tertentu kita tampak seperti…”sosok suami ideal yang gak mungkin selingkuh” atau ” sosok tangguh jiwa dan raga..”

4. ideologi menentukan tata cara dan teknis pelaksanaan percintaan. Kalau ideologinya baik tetapi teknisnya gak baik berarti menganut mazhab omdo atau cuma omong doang.

Ada beberapa ideologi percintaan yang Saya cermati :

a. ideologi syahwatisme…

Orang yang menganut ideologi ini harus dicuci otaknya, karena kotorannya udah berkerak dan gak mungkin bersih kalau cuma disapu. Biasanya gak puas dengan satu pasangan dengan dalih mencari vareasi atau tantangan baru. cari tantangan baru sama dengan cari penyakit atau merusak rumah tangga orang lain.

b. ideologi monyetisme

Biasanya ideologi yang dianut oleh para ABG yang sedang tumbuh, biasanya mereka penyayang binatang yang namanya monyet. kalau diputusin pasangan meweknya gak berhenti tujuh hari tujuh malam.

c. ideologi maturisme

ideologi percintaan yang dianut oleh orang dewasa yang sedang kasmaran. disertai dengan rayuan2 gombal sedasyat halilintar di musim penghujan. kalau putus cinta pelariannya bisa ke dukun dan tempat2 mistik.

Demikian yang bisa Saya cermati, dibalik kekonyolan diatas tetapi ada hal yang ingin Saya sampaikan….“mencintai yang tak abadi pada saatnya akan menemui kekecewaan dan perpisahan, tetapi mencintai yang abadi akan selamanya bersemi dalam hati.”

manajemen perselingkuhan

Posted on November 6th, 2008 in opini by husin  Tagged , , ,

Tulisan mengenai manajemen pemasaran, produksi, atau keuangan telah banyak beredar. tetapi tulisan tentang manajemen perselingkuhan sangat langka kalau tidak mau dibilang nihil. Lagian Siapa juga yang mau nulis ya…..?????

Selingkuh berasal dari kata selang-seling yang artinya bergiliran, dapat digilir, bukan yang utama. Orang yang menjalani selingkuh berarti bersedia untuk digilir dan bukan sebagai pemeran utama. malah lebih sering menampilkan peran-peran antagonis. Kalau dalam pertandingan tinju mungkin bukan partai utama tetapi partai tambahan. akhiran kuh merupakan pengukuhan akan atribusi pihak2 yang telibat aktivitas perselingkuhan.

Para selingkor (sebutan untuk orang yang berselingkuh) setidaknya melalui proses2 perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi dalam aktivitasnya. Hal ini dipandang perlu untuk menghadapi efek2 yang tidak diharapkan. setidaknya ada dua resiko yang dihadapi. pertama pentungan suami, yang kedua pentungan malaikat di akhirat.

Manajemen perselingkuhan dapat didefinisikan ilmu yang memperlajari tentang perencanaan, pengorganisaian, pelaksanaan, dan evaluasi dari kegiatan perselingkuhan.

Type2 selingkor :

1. Selingkor by desired

tipe ini adalah orang yang mupeng bangat pengen selingkuh. Lihat pasangan orang langsung nyusun rencana buat selingkuh….

2. selingkor by reference

teman2 seringkali memasukan racun ke pikiran kita, sehingga ada niat buat selingkuh.

3. Selingkor by environment

lingkungan2 hedonisme yang menjerat orang masuk dalam aktivitas ini.

Dalam menjalankan aksinya para selingkor setidaknya melalui proses manajemen sebagai berikut :

1. penentuan target market…..

mengidentifikasi target selingkuhee (orang yang bisa diajak selingkuh) dengan membuat segementasi pasar berdasarkan usia, hobi, perawakan, warna kulit.dsb. proses ini dapat dilakukan dengan kegiatan survey ke berbagai tempat seperti mall, pantai, cafe2, panggung dangdut dsb. Prosesnya sangat rumit sehingga terkadang lebih dahulu kena pentungan pasangan sebelum prosesnya berjalan.

2. selingkor need analysis.

menguraikan kebutuhan para selingkor. selanjutnya dijelaskan secara klise dengan kebosanan, vareasi dsb, tetapi ujung2nya nafsu juga. silahkan baca juga tulisan saya Ada apa dengan nafsu..?

3. Pelaksanaan

Merupakan Fase paling kritis dalam tahapan manajemen. Biasanya para selingkor mencari tempat-tempat sepi dalam menjalankan aksinya seperti cafe2, pantai, sampai kebon2 kosong tempat jin buang anak. gak peduli meskipun pulang ke rumah badannya pada bentol2 karena di gigit nyamuk. belum lagi dengan para hansip yang bolak balik keliling kebon.

4. Evaluasi

Dari tahapan proses manajemen yang telah dilalui ternyata selingkuh itu sangat rumit dan berisiko tinggi. jadi pesan moralnya Don’t try this at home…!!!!

Menggugat pendidikan sebagai institusi

Posted on October 27th, 2008 in opini by husin  Tagged , , ,

Kita mungkin jenuh dengan fenomena tawuran pelajar dan mahasiswa, pejabat yang korup sampai birokrat yang sontoloyo. Benang merah dapat ditarik ketika pendidikan mengalami degradasi pemahaman dari tujuan mulianya kepada hanya sebatas proses belajar mengajar dalam sebuah konteks ruang yang disebut institusi. Pragmatisme pendidikan terjadi ketika secarik kertas yang disebut ijazah menjadi tujuan utama orang tua menyekolahkan anaknya pada lembaga2 pendidikan formal dengan aspek turunan pada mazhab competency based untuk terciptanya SDM yang dapat berkompetisi dalam pasar kerja global.

Sayangnya, subtansi pendidikan sebagai penanaman nilai-nilai luhur akan fitrah manusia seringkali dikesampingkan. Sesungguhnya ruang bebas dapat berfungsi sebagai institusi pendidikan yang hakikii bila dapat menggungah atau menanamkan benih-benih nilai luhur dan kebajikan serta kesadaran akan keagungan sang pencipta. Ketika melintasi sebuah lampu merah anak-anak  jalanan yang kepanasan mendidik kita untuk memiliki jiwa sosial. Ketika duduk di tepian pantai, fenomena alam menggugah kesadaran kita akan kebesaran sang pencipta. Seorang ibu yang berbakti kepada suaminya dan ramah kepada lingkungannya akan melahirkan personalisasi kebajikan dalam diri anak-anaknya.

Menempatkan pendidikan hanya dalam konteks ruang institutional hanya menghasilkan tujuan-tujuan yang bersifat pragmatis. Hal ini juga dapat menjelaskan mengapa orang-orang yang memiliki tingkat intelektual yang tinggi tanpa dibarengi dengan penanaman nilai-nilai spiritual hanya melahirkan manusia bermental durjana yang tak segan melakukan tindakan-tindakan penipuan, pembunuhan, dan perkosaan hak2 orang lain.

Ada apa dengan Nafsu (bukan Cinta)…?

Posted on October 17th, 2008 in opini by husin  Tagged , , , , , , , , , , ,

Seorang ibu merasa khawatir ketika balita kesayangannya tak nafsu makan hari ini. Mungkin ibu tersebut akan lebih khawatir lagi kalau tiba-tiba didatangi seorang pria yang menyatakan nafsu kepadanya.  :)

Eksistensi nafsu inherent dalam diri manusia, seperti getah yang ada dalam pepohonan, atau rumput yang kadang tumbuh ketika menanam padi. Nafsu bersifat destruktif, merusak, tergesa2 dan ingin cepat tersalurkan seperti yang diuraikan oleh Sigmund Freud, bapak psychology dunia ketika  menjelaskan sistem kepribadian manusia yang dipengaruhi oleh ego, id, dan super ego yang kemudian dikenal dengan teori psikoanalisis.

Mengelola nafsu tak semudah mengelola toko, menjalankan perusahaan atau memanage keartisan. Saya melihatnya mirip dengan gonjang-ganjing bursa saham kapitalisme akhir2 ini. Begitu dinamis dan fluktuatif. Kadang berada dalam titik tertinggi dan dalam sekejab terjungkal ke titik terendah. Itulah pentingnya mekanisme auto rejection dalam bursa saham. Suatu upaya untuk mencegah penurunan nilai saham kepada titik yang mengkhawatirkan. Begitulah juga mekanisme nurani atau dalam bahasa betawinya conscience mengontrol pergerakan nafsu dalam diri kita. Tanpa itu, kita telah terjerembab dalam tabiat hewani universal.

Bagaimana dengan para spekulan…? merekalah orang yang memperturutkan hawa nafsu secara brutal. Menikmati keuntungan sepihak tanpa peduli nasib ribuan kepala dihantam badai. Nafsu selalu berupaya menguasai diri kita, mencengkram dan mengikat kita untuk tunduk dan patuh atas titahnya.

Mungkin Gibran benar ketika menyatakan bahwa orang jahat adalah orang baik yang tersiksa. Mungkin tersiksa oleh nafsu ya…Kang Gibran.

kenapa partai=party..?

Posted on October 9th, 2008 in opini by husin  Tagged , , ,

Saya tertarik dengan tulisan easy dalam solwdown baby yang mengulas tingkah polah wakil rakyat terhormat  yang bersikap seperti preman. Saya ingin membahasanya dari lembaga rekrutmen yang melahirkan wakil rakyat tersebut. ya..dialah partai politik, lembaga yang begitu sensual dalam sistem kenegaraan kontemporer.  

Dalam bahasa Inggris partai itu disebut party. Yang bisa berarti kumpulan orang atau kelompok. Bisa juga berarti pesta. Mungkin arti yang saya sebut belakangan lebih cocok dengan realitas politik saat ini. Dimana partai-partai senang melakukan pesta korupsi, pesta kejahatan, pesta suap menyuap, pesta baku hantam, dan bahkan pesta seks. Kalau di Amerika cuma ada dua partai yakni republik, dan demokrat. di negeri ini kita mengenal partai benar dan partai gak benar :) Bahkan orang yang apatis menganggap semua partai tidak benar. Semua bisa diperdebatkan. Seorang petinggi partai mungkin memandang Saya dengan sinis seraya melontarkan caci maki bahwa Saya mencoba mendelegitimasi peran partai sebagai lembaga rekrutment politik, dan agregasi aspirasi masyarakat. Justru yang saya lakukan merupakan bagian konstruktif untuk mengembalikan citra parpol yang sedemikian terpuruk sekaligus mekanisme kontrol penyelenggaraan sistem politik yang efektif.

Bukan sekali ini saja para wakil rakyat kita terlibat baku hantam, sebelumnya dua caleg sebuah partai islam terlibat baku hatam sebelum acara talk show di TV one. Inilah kultur premanisme yang terus melekat dan terbawa dalam lembaga yang begitu sexy dalam perpolitikan nasional. Pesta premanisme tak hanya tumbuh pada tatanan grass root tetapi juga mewabah di kalangan elite parpol yang telah duduk sebagai wakil rakyat. Tak heran kebijakan yang dihasilkan para “preman politik” jarang berpihak pada kepentingan rakyat. karena mereka justru melanggengkan pesta partisan untuk kemakmuran kelompoknya. Sangat berbahaya kalau lembaga legislatif kita dikuasai oleh para preman.

Oleh karena itu perbaikan sistem rekrutment pada parpol merupakan sebuah keniscayaan. Jika tidak, pemaknaan partai sebagi party adalah tak terbantahkan. Parpol hendaknya mendasarkan sistem rekrutmentnya pada calon yang memiliki personality yang baik, dan trade record yang bersih. Bukan sekedar vote getter  dan punya uang banyak, apalagi modal tampang doang.

Kegiatan rekrutment kader parpol mungkin mirip kegiatan seorang calon mertua dalam menseleksi calon menantunya. mau pilih mana..? menantu yang tampangnya cakep, duitnya banyak tapi jiwanya preman atau calon menantu yang biasa aja tapi personality-nya baik. :)

PR-nya Rizki….

Posted on October 6th, 2008 in berbagi by husin

Sebenarnya gw gak terbiasa berbagi tentang diri gw dalam ruang publik seperti ini. Tapi untuk mengadopsi semua aspirasi khalayak dan memperkuat dukungan basis massa konstituen di dunia maya…(kayak politisi aza..)  dan menghindari Rizki melaporkan Saya ke KPK ya.. Maka dengan setengah hati Saya tulis juga deh…..berikut 10 fakta dan kebiasan gw…..

1. Gak pernah mudik..karena gw lahir, sekolah, dan kerja di jakarta.  gak peduli sumpek, panas, kumuh, susah dsb…tapi gak menutup diri untuk punya pasangan yang punya kampung..(maksudnya apa sih..? gak jelas..!!!)

2. Suka setel musik keras2 kalo dirumah…..apalagi sebelum berangkat kerja…upaya untuk memotivasi diri…(kata tetangga.. mereka gak perlu setel musik lagi…)

3. suka nonton bola…liga inggris, italia, liga champion…walaupun harus bangun jam 2 pagi….(seharusnya buat shalat tahajud ya…)

4. Suka nonton acara talk show dan dialog…apalagi yang berkenaan dengan politik, ekonomi, sosial, budaya, agama, serta masalah2 nasional dan internasional…..(sok negarawan bangat)…

5. Setiap hari minggu lari pagi dan senam SKJ di jalur hijau dekat rumah…..gak peduli para peserta SKJ-nya kebanyakan manula….yang penting badan gw sehat dan enjoy…(bilang aja mau mejeng..)

6. Makan apa aja yang penting halal dan harganya kejangkau…..(apalagi klo ada yang traktir..)

7. Suka baca apa aja dan menulis opini tentang kehidupan…..(sok puitis dan mengkritisi…)

8. Suka ketiduran klo nonton tv dikamar…TV nyala terus dari malam sampai jam 4 subuh….(bayar listriknya jadi tambah mahal…)

9. Mencoba mengerti perbedaaan karakteristik akan manusia…..  (bilang aja strategi buat ngerayu…)

10. ingin selalu berbuat baik, mencoba memperbaiki diri, mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat….(terlalu klise dan kurang menarik…)

itu aja deh….klo mo tahu lebih dalem lagi datang aja langsung ke rumah…pintu selalu terbuka untuk siapa aja yang mau bersahabat….(apalagi sambil nenteng martabak..). Siapa aja yang baca ini silahkan buat seperti ini juga di blog-nya masing2 ya….(aturan yang dibuat Rizki…)

And the rules is:
Each blogger must post these rules
Each blogger starts with ten random facts/habits about themselves
Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their ten things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose ten people to get tagged and list their names.
Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to read your blog.

Next Page »